Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor

Home / Berita / Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor
Tak Dapat Dikenali, Tiga Korban Helikopter MI-17 akan di Labfor Evakuasi korban meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI AD di Kendal, Sabtu (6/6/2020). (Foto: Dhani Setiawan/ TIMES Indonesia)

TIMESKALSEL, KENDAL – Tiga dari empat korban tewas dalam insiden jatuhnya Helikopter MI-17 milik TNI AD di Kawasan Industri Kendal akan dilakukan uji laboratorium forensik (labfor) melalui proses otopsi. Hal itu dilakukan karena tiga korban tewas dalam kondisi terbakar. Jenazahnya sudah tidak dapat dikenali lantaran hangus terbakar.

Mereka akan dilabfor Tim Forensik Polda Jateng di Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan satu dari empat korban masih bisa dikenali lantaran berhasil melompat namun tewas saat dilarikan RSUD dr Soewondo Kendal.

Mereka yang tewas yakni Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro dan  Lettu Cpn Wisnu. Sedangkan lima yang selamat adalah Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto dan Praka Andi.

Helikopter-Jatuh-2.jpg

Komandan Kodim 0715 Kendal, Letkol Inf Ginda M Ginanjar mengatakan tiga penumpang yang tewas terbakar dilarikan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan idenfikasi. Karena kondisinya sudah tidak bisa dikenali lagi.

“Nanti akan dilakukan uji labfor unuk mengetahui masing-masing identitas tiga korban,” katanya.

Ginda membenarkan jika pesawat tersebut milik Pusat Penerbad TNI AD yang berlokasi di Ahmad Yani Semarang. “Ada sembilan penumpang, mereka terdiri dari siswa, pelatih dan TNI. Jadi mereka sedang melakukan latihan menerbangkan helikopter,” tuturnya.

Perihal penyebab terjadinya kecelakaan, Ginda mengaku belum mengetahuinya. Sebab hal itu harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut didukung data dari Labfor.  “Kami belum dapat menginformasikan penyebabnya, karena semua data belum pasti,” tambahnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam press release kepada awak media mengatakan, mereka menerbangkan Helikopter untuk melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Ahmad Yani Semarang. Yakni latihan sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang pertama. 

Sebelum diterbangkan, menurutnya Helikopter MI-17 dinyatakan dalam kondisi baik. Sebab dilaksanakan Pre-flight Check tidak ditemukan hal-hal menonjol. “Misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) juga berjalan dengan aman,” tuturnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com