Virus Corona: MS Westerdam Akhirnya Diperbolehkan Berlabuh di Kamboja

Home / Berita / Virus Corona: MS Westerdam Akhirnya Diperbolehkan Berlabuh di Kamboja
Virus Corona: MS Westerdam Akhirnya Diperbolehkan Berlabuh di Kamboja Kapal pesiar MS Westerdam yang membawa 2000 penumpang termasuk 805 awaknya, akhirnya diijinkan berlabuh di pelabuhan Sihanoukville, Kamboja. (FOTO: news.com.au)

TIMESKALSEL, JAKARTA – Sempat ditolak empat negara karena dikhawatirkan terinfeksi Virus Corona (Covid-19), Kapal pesiar MS Westerdam akhirnya diperbolehkan berlabuh di Kamboja. 

Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji Sikap pemerintah Kamboja itu. 

"Itu merupakan contoh solidaritas Internasional yang selalu kami suarakan", kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Ghebreyesus.

MS Westerdam adalah kapal pesiar yang dijalankan perusahaan Holland America Line yang berbasis di AS. 

Kapal ini berangkat dari Hong Kong pada 1 Februari dengan 1.455 penumpang dan 802 awak di dalamnya.

 Begitu merebak Covid-19, kapal ini sempat ditolak berlabuh di sejumlah pelabuhan di Asia diantaranya Thailand, Taiwan, Guam, dan Jepang.

Alasan penolakan itu karena pihak otoritas pelabuhan mengkhawatirkan para penumpangnya membawa virus corona.

 Sementara Kapal pesiar lainnya, MS Diamond Princess, saat ini di karantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, karena lebih dari 200 kasus telah dikonfirmasi terpapar Covid-19.

Bahkan kasus ini menjadikan kapal pesiar Diamond Princess sebagai cluster virus corona terbesar di luar daratan China. 

Sedangkan MS Westerdam, yang membawa lebih dari 2.000 orang awak dan penumpangnya, tidak satu orang pun yang terpapar Covid-19. 

Laporan BBC menyebutkan, kapal ini sempat berusaha berlabuh di kota Bangkok, Thailand, tetapi ditolak. Kapal Angkatan Laut Thailand kemudian mengantarnya keluar dari Teluk Thailand, dan kapal itu melaju menuju Kamboja.

 Pada Kamis pagi, kapal akhirnya tiba dan berlabuh di kota pelabuhan Sihanoukville, Kamboja.

"Pagi ini, saya melihat daratan, ini momen menakjubkan," kata salah seorang penumpang, Jones Jones, asal AS, kepada kantor berita Reuters. 

"Saya lantas bertanya-tanya: apakah ini nyata?," katanya lagi.

Kapten kapal MS Westerdam, Vincent Smit mengatakan kapalnya akan berlabuh di luar pelabuhan Sihanoukville untuk memberi ruang pihak berwenang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para awak dan penumpang di atas kapal.

Kedutaan AS di Kamboja mengatakan pihaknya telah mengirim tim untuk membantu warganya merencanakan perjalanan berikutnya. 

Hingga Kamis (13/2/2020) jumlah korban meninggal dunia akibat Virus Corona (Covid-19) seperti dikutip South China Morning Post dari Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mencapai 1.357 orang. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com